7 Cara Membuat Business Model Canvas Secara Sistematis
Muthiatur Rohmah
08 September 2026 06:47
merancang, mengembangkan, dan mengevaluasi model bisnis. Dengan membagi konsep bisnis ke dalam sembilan elemen utama, Business Model Canvas membantu pelaku usaha memahami bagaimana sebuah bisnis menciptakan nilai, menjangkau pelanggan, hingga menghasilkan keuntungan. Tidak heran jika metode ini banyak digunakan oleh startup, UMKM, maupun perusahaan besar untuk menyusun strategi bisnis yang lebih terarah.
Meski terlihat sederhana, membuat Business Model Canvas tidak bisa dilakukan secara asal. Setiap blok dalam canvas saling berkaitan sehingga perlu diisi secara sistematis agar menghasilkan gambaran bisnis yang utuh dan realistis. Kesalahan dalam menentukan target pelanggan, value proposition, atau sumber pendapatan dapat memengaruhi efektivitas strategi yang akan dijalankan.
Melalui artikel ini, Anda akan mempelajari 7 cara membuat Business Model Canvas secara sistematis, mulai dari menentukan segmen pelanggan hingga menyusun struktur biaya. Selain itu, Anda juga akan menemukan tips praktis agar setiap elemen Business Model Canvas dapat saling mendukung dan menjadi fondasi yang kuat bagi pertumbuhan bisnis Anda.
7 Cara Membuat Business Model Canvas Secara Sistematis
Dengan pendekatan yang sistematis, Anda dapat menghasilkan model bisnis yang lebih jelas, realistis, dan mudah dikembangkan di masa mendatang.
Berikut tujuh langkah yang dapat Anda ikuti untuk membuat Business Model Canvas.

1. Tentukan Target Pelanggan (Customer Segments)
Langkah pertama adalah menentukan siapa pelanggan yang ingin Anda layani. Tanpa mengetahui target pasar, akan sulit bagi bisnis untuk menawarkan produk atau layanan yang benar-benar dibutuhkan.
Beberapa pertanyaan yang dapat membantu antara lain:
- Siapa calon pelanggan utama?
- Berapa rentang usia mereka?
- Apa kebutuhan atau masalah yang mereka hadapi?
- Bagaimana kebiasaan mereka dalam membeli produk atau menggunakan layanan?
Semakin spesifik target pelanggan yang Anda tentukan, semakin mudah pula Anda menyusun strategi pemasaran dan mengembangkan produk yang relevan.
2. Rumuskan Nilai Utama yang Ditawarkan (Value Proposition)
Setelah mengetahui siapa pelanggan Anda, langkah berikutnya adalah menentukan alasan mengapa mereka harus memilih bisnis Anda dibandingkan kompetitor.
Value proposition merupakan keunggulan utama yang membedakan produk atau layanan Anda. Nilai tersebut bisa berupa kualitas yang lebih baik, harga yang kompetitif, pelayanan yang cepat, inovasi, atau solusi terhadap masalah tertentu.
Pastikan value proposition yang Anda buat benar-benar menjawab kebutuhan pelanggan, bukan sekadar menjelaskan fitur produk.
3. Tentukan Cara Menjangkau Pelanggan (Channels)
Produk terbaik sekalipun tidak akan menghasilkan penjualan apabila pelanggan tidak mengetahui keberadaannya. Oleh karena itu, tentukan saluran yang akan digunakan untuk memperkenalkan, menjual, dan mendistribusikan produk.
Contoh channels yang dapat digunakan meliputi:
- Website bisnis
- Media sosial
- Marketplace
- Toko fisik
- Email marketing
- Tim penjualan
Pilih saluran yang paling sesuai dengan kebiasaan target pelanggan agar pemasaran menjadi lebih efektif.
4. Bangun Hubungan dengan Pelanggan (Customer Relationships)
Selain mendapatkan pelanggan baru, bisnis juga perlu mempertahankan pelanggan yang sudah ada. Pada tahap ini, tentukan bagaimana cara membangun hubungan yang baik dengan pelanggan.
Beberapa strategi yang bisa diterapkan meliputi:
- Memberikan layanan pelanggan yang responsif.
- Menyediakan program loyalitas.
- Mengirimkan newsletter secara berkala.
- Memberikan promo khusus kepada pelanggan setia.
- Aktif berinteraksi melalui media sosial.
Hubungan yang baik dapat meningkatkan kepuasan pelanggan sekaligus mendorong mereka untuk melakukan pembelian ulang.
Baca Juga: Apa Itu Data Warehouse Bisnis? Panduan untuk Mengelola dan Memanfaatkannya
5. Tentukan Sumber Pendapatan (Revenue Streams)
Selanjutnya, identifikasi bagaimana bisnis akan menghasilkan pendapatan. Jangan hanya berfokus pada satu sumber pemasukan apabila terdapat peluang lain yang dapat dimanfaatkan.
Beberapa contoh revenue streams antara lain:
- Penjualan produk.
- Biaya langganan (subscription).
- Biaya jasa atau konsultasi.
- Komisi.
- Lisensi.
- Iklan.
Memahami sumber pendapatan sejak awal membantu Anda memperkirakan potensi keuntungan dan menyusun strategi pertumbuhan bisnis.
6. Identifikasi Sumber Daya dan Aktivitas Utama (Key Resources & Key Activities)
Agar model bisnis dapat berjalan dengan baik, Anda perlu mengetahui sumber daya dan aktivitas utama yang dibutuhkan.
Key Resources mencakup seluruh aset penting yang menunjang operasional bisnis, seperti:
- Sumber daya manusia.
- Teknologi.
- Peralatan.
- Modal.
- Hak kekayaan intelektual.
Sementara itu, Key Activities adalah aktivitas utama yang harus dilakukan agar bisnis dapat memberikan nilai kepada pelanggan, misalnya produksi, pemasaran, pengembangan produk, distribusi, atau layanan pelanggan.
Mengidentifikasi kedua aspek ini akan membantu Anda memahami apa saja yang harus diprioritaskan dalam menjalankan bisnis.
7. Tentukan Mitra Utama dan Struktur Biaya (Key Partners & Cost Structure)
Langkah terakhir adalah mengidentifikasi pihak-pihak yang dapat mendukung operasional bisnis sekaligus menghitung biaya yang diperlukan.
Key Partners dapat berupa:
- Supplier.
- Distributor.
- Vendor teknologi.
- Mitra logistik.
- Investor.
- Agen pemasaran.
Setelah itu, susun Cost Structure, yaitu seluruh biaya yang harus dikeluarkan untuk menjalankan bisnis, seperti biaya produksi, pemasaran, gaji karyawan, operasional, hingga biaya teknologi.
Dengan memahami mitra bisnis dan struktur biaya, Anda dapat memastikan model bisnis tetap efisien sekaligus memiliki peluang memperoleh keuntungan yang berkelanjutan.
Baca Juga: 10 Leadership Skill yang Harus Dimiliki Seorang Pemimpin
Buat Presentasi Business Model Canvas Lebih Cepat dengan Fastra AI
Setelah Business Model Canvas selesai disusun, langkah berikutnya biasanya adalah mempresentasikan ide bisnis kepada tim, klien, investor, atau stakeholder. Sayangnya, mengubah hasil analisis menjadi slide presentasi yang rapi sering kali memakan waktu berjam-jam.
Agar proses tersebut lebih efisien, Anda dapat menggunakan Fastra AI, sebuah AI presentation & reporting tool yang membantu mengubah ide, data, atau dokumen menjadi presentasi profesional dalam hitungan menit. Fastra juga menyediakan berbagai template siap pakai sehingga Anda dapat lebih fokus menyempurnakan strategi bisnis daripada menghabiskan waktu untuk mendesain slide secara manual. Coba GRATIS di sini!