7 Cara Membuat Laporan Arus Kas agar Keuangan Bisnis Lebih Sehat
Muthiatur Rohmah
23 June 2026 09:22
Dalam menjalankan bisnis, memiliki keuntungan besar saja tidak cukup untuk memastikan kondisi keuangan tetap sehat. Banyak bisnis terlihat berkembang, tetapi sebenarnya mengalami masalah cash flow karena pemasukan dan pengeluaran tidak dikelola dengan baik. Karena itu, laporan arus kas atau cash flow statement menjadi salah satu laporan keuangan yang sangat penting untuk membantu perusahaan memantau pergerakan uang masuk dan keluar.
Laporan arus kas membantu bisnis mengetahui kondisi keuangan secara lebih jelas, mulai dari aktivitas operasional, investasi, hingga pendanaan perusahaan. Dengan laporan arus kas yang rapi dan akurat, perusahaan dapat mengontrol pengeluaran, menghindari masalah kekurangan dana, serta mengambil keputusan bisnis dengan lebih tepat.
Namun, masih banyak pelaku usaha yang merasa kesulitan membuat laporan arus kas, terutama karena pencatatan transaksi yang kurang teratur atau belum memahami struktur cash flow dengan benar. Padahal, membuat laporan arus kas sebenarnya tidak terlalu rumit jika dilakukan dengan langkah yang tepat dan konsisten.
Dalam artikel ini, kita akan membahas 7 cara membuat laporan arus kas agar keuangan bisnis lebih sehat, terkontrol, dan membantu perusahaan menjaga stabilitas keuangan dalam jangka panjang.
7 Cara Membuat Laporan Arus Kas Perusahaan
Masih banyak bisnis yang belum membuat laporan arus kas secara rutin. Akibatnya, perusahaan sering kesulitan mengontrol pengeluaran, memantau cash flow, hingga mengambil keputusan keuangan dengan tepat. Padahal, laporan arus kas sangat penting untuk menjaga stabilitas keuangan bisnis dalam jangka panjang.
Agar proses pencatatan menjadi lebih mudah dan terstruktur, berikut 7 cara membuat laporan arus kas perusahaan yang dapat diterapkan.

1. Kumpulkan Semua Data Transaksi Keuangan
Langkah pertama adalah mengumpulkan seluruh data transaksi keuangan perusahaan dalam periode tertentu. Data ini meliputi:
-
Pemasukan dari penjualan
-
Pembayaran operasional
-
Pembelian aset
-
Pembayaran hutang
-
Penerimaan investasi
Data transaksi yang lengkap membantu laporan arus kas menjadi lebih akurat dan mudah dianalisis.
2. Pisahkan Aktivitas Operasional, Investasi, dan Pendanaan
Laporan arus kas biasanya dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu:
-
Aktivitas operasional
-
Aktivitas investasi
-
Aktivitas pendanaan
Aktivitas operasional mencakup pemasukan dan pengeluaran utama bisnis. Aktivitas investasi berkaitan dengan pembelian aset atau investasi perusahaan. Sedangkan aktivitas pendanaan berhubungan dengan pinjaman, modal, atau pembayaran hutang.
Pemisahan ini membantu perusahaan memahami sumber arus kas dengan lebih jelas.
3. Catat Semua Uang Masuk
Setelah data terkumpul, langkah berikutnya adalah mencatat seluruh arus kas masuk perusahaan. Contohnya:
-
Pendapatan penjualan
-
Pembayaran pelanggan
-
Pendapatan investasi
-
Pinjaman dana
Pencatatan pemasukan yang detail membantu perusahaan mengetahui sumber pendapatan terbesar bisnis.
4. Catat Semua Uang Keluar
Selain pemasukan, perusahaan juga perlu mencatat seluruh pengeluaran bisnis secara lengkap. Contohnya:
-
Biaya operasional
-
Gaji karyawan
-
Pembayaran supplier
-
Biaya sewa kantor
-
Pembelian aset
Pencatatan pengeluaran membantu perusahaan mengontrol biaya dan menjaga cash flow tetap sehat.
Baca Juga: 5 Contoh MOM Meeting Profesional untuk Rapat Kerja, Mudah Dibuat!
5. Hitung Total Arus Kas Bersih
Setelah seluruh pemasukan dan pengeluaran dicatat, hitung total arus kas bersih dengan cara:
-
Total uang masuk dikurangi total uang keluar
Jika hasilnya positif, berarti perusahaan memiliki cash flow yang sehat. Namun jika negatif, perusahaan perlu mengevaluasi pengeluaran atau strategi bisnis yang dijalankan.
6. Gunakan Format Laporan yang Rapi
Laporan arus kas sebaiknya dibuat dalam format yang jelas dan mudah dibaca. Gunakan tabel atau spreadsheet agar data lebih terstruktur dan mudah dianalisis.
Format yang rapi membantu proses evaluasi keuangan menjadi lebih cepat dan profesional.
7. Lakukan Evaluasi Secara Berkala
Laporan arus kas tidak cukup dibuat satu kali saja. Perusahaan perlu melakukan evaluasi secara rutin, misalnya mingguan, bulanan, atau per kuartal.
Evaluasi berkala membantu bisnis mendeteksi masalah cash flow lebih cepat dan mengambil keputusan keuangan dengan lebih tepat.
Laporan arus kas membantu perusahaan memahami kondisi keuangan bisnis secara lebih jelas dan terkontrol. Dengan pencatatan arus kas yang rapi, perusahaan dapat memantau pemasukan, mengontrol pengeluaran, serta menjaga stabilitas keuangan dalam jangka panjang.
Mulai dari mengumpulkan data transaksi hingga melakukan evaluasi rutin, semua langkah di atas penting untuk memastikan cash flow bisnis tetap sehat. Karena itu, membuat laporan arus kas secara konsisten dapat membantu perusahaan mengambil keputusan bisnis yang lebih tepat dan mendukung pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.
Baca Juga: 7 Cara Berpikir Kreatif dalam Bisnis, Pasti Tingkatkan Inovasi & Profit!
Buat Laporan Arus Kas dan Presentasi Keuangan Bisnis melalui Fastra
Laporan arus kas membantu perusahaan memantau kondisi keuangan bisnis secara lebih terstruktur dan akurat. Dengan pencatatan pemasukan dan pengeluaran yang rapi, perusahaan dapat menjaga cash flow tetap sehat, mengontrol biaya operasional, serta mengambil keputusan bisnis dengan lebih tepat untuk mendukung pertumbuhan usaha jangka panjang.
Ingin membuat laporan arus kas dan presentasi keuangan bisnis lebih profesional dan mudah dipahami? Gunakan AI presentation tools dari Fastra AI untuk membantu mengubah data keuangan perusahaan menjadi presentasi visual yang rapi, menarik, dan efektif untuk meeting maupun laporan bisnis.